<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Manemonik</title>
	<atom:link href="http://manemonik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manemonik.com</link>
	<description>Tips Melatih Daya Ingat dan Konsentrasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jan 2011 13:45:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Mengasah Otak Dengan Browsing</title>
		<link>http://manemonik.com/2011/01/mengasah-otak-dengan-browsing/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2011/01/mengasah-otak-dengan-browsing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 13:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Melatih Daya Ingat]]></category>
		<category><![CDATA[melatih orak]]></category>
		<category><![CDATA[mengasah otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=528</guid>
		<description><![CDATA[Siapa bilang browsing di internet itu membuang-buang waktu dan tidak berguna?. Anda pernah membaca penelitian yang dikeluarkan oleh UCLA (University of Califonia Los Angels)?. Dalam penelitiannya, mereka mengungkapkan bahwa browsing itu sangat baik untuk perkembangan otak. Bahkan browsing itu lebih baik dibandingkan kegiatan membaca. Penelitian itu mengemukakan bahwa ada bagian-bagian tertentu dari otak yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa bilang browsing di internet itu membuang-buang waktu dan tidak berguna?. Anda pernah membaca penelitian yang dikeluarkan oleh UCLA (University  of Califonia Los Angels)?. Dalam penelitiannya, mereka mengungkapkan bahwa browsing itu sangat baik untuk perkembangan otak. Bahkan browsing itu lebih baik dibandingkan kegiatan membaca.</p>
<p>Penelitian itu mengemukakan bahwa ada bagian-bagian tertentu dari otak yang tidak aktif ketika kita membaca., anehnya bagian ini justru aktif pada saat seseorang itu melakukan aktifitas browsing di internet. Jadi, kalau selama ini anda selalu berfikiran negative terhadap orang yang sering browsing-browsing di internet, nah mungkin susah saatnya anda mulai memikirkan segi positifnya. Anda boleh percaya atau tidak namun apa salahnya kalau anda mulai mencoba?</p>
<p>Oh, iya lebih lanjut penelitian itu juga mengemukakan bahwa bagian/sirkuit otak yang aktif ketika seseorang browsing, hanya ditemukan pada seseorang yang telah mahir melakukan browsing di internet. Jadi, kalau anda belum terbiasa browsing, mungkin saja anda tidak begitu merasakan dampak/efeknya. Cobalah meluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk browsing (daripada biasanya).</p>
<p>Bagaimanapun browsing di internet sekarang ini lebih disukai oleh kebanyakan orang ketika mereka mencari sesuatu di internet. Jadi, untuk sebagian orang, memang aktifitas ini sudah menjadi hobi/kesenangan tersendiri dari seseorang. Jadi kalau penelitian yang dikemukakan oleh UCLA di atas tadi itu benar, maka tentunya ini berita baik bagi anda penyuka browsing.</p>
<p>Bagi anda yang masih belum menjadi bagian dari “aktifis browsing”, bisa jadi anda juga hanya tinggal tunggu waktu sampai anda mengetahui kekuatan dari internet. Internet menghubungkan semua data/informasi dan memunculkannya dengan cepat di layar computer anda. Alih-alih melatih otak anda agar lebih aktif, anda akan ketagihan melakukan ini (browsing) sebagai hobi baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2011/01/mengasah-otak-dengan-browsing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asosiasi Angka-angka</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/11/asosiasi-angka-angka/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/11/asosiasi-angka-angka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 02:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengingat Angka]]></category>
		<category><![CDATA[cara mudah mengingat nomor]]></category>
		<category><![CDATA[mengingat angka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini masih meneruskan artikel sebelumnya yang berjudul “teknik asosiasi dalam mengingat angka-angka”. Pada artikel sebelumnya daftar tabel adalah seperti di bawah ini. Angka Huruf (yang mirip) Kata-kata/Asosiasi 1. I Ikan, Inul, Ijal 2 Z Zebra, Zamrud, Zombie 3 E Emping, Emak, Enno 4 A Apel, Ariel, Anak 5 S Susu, Saos, Susi 6 G [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini masih meneruskan artikel sebelumnya yang berjudul “teknik asosiasi dalam mengingat angka-angka”. Pada artikel sebelumnya daftar tabel adalah seperti di bawah ini.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="67" valign="top">Angka</td>
<td width="149" valign="top">Huruf (yang mirip)</td>
<td width="180" valign="top">Kata-kata/Asosiasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">1.</td>
<td width="149" valign="top">I</td>
<td width="180" valign="top">Ikan, Inul, Ijal</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">2</td>
<td width="149" valign="top">Z</td>
<td width="180" valign="top">Zebra, Zamrud, Zombie</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">3</td>
<td width="149" valign="top">E</td>
<td width="180" valign="top">Emping, Emak, Enno</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">4</td>
<td width="149" valign="top">A</td>
<td width="180" valign="top">Apel, Ariel, Anak</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">5</td>
<td width="149" valign="top">S</td>
<td width="180" valign="top">Susu, Saos, Susi</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">6</td>
<td width="149" valign="top">G</td>
<td width="180" valign="top">Gentong, Gigi, Gembok</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">7</td>
<td width="149" valign="top">J</td>
<td width="180" valign="top">Jengkol, Jeruk, Jari</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">8</td>
<td width="149" valign="top">B</td>
<td width="180" valign="top">Buku, Badut, Bakso</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">9</td>
<td width="149" valign="top">P</td>
<td width="180" valign="top">Pensil, Pisau, Palu</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Misalkan anda mau mengingat angka 12. Maka asosiasikanlah kata “ikan” dan “zebra”. Sekali lagi, anda bebas untuk membuat asosiasi apapun yang bisa mewakili angka-angka (dari 1 sampai 9). Jangan pernah terpaku pada daftar di atas. Daftar di atas fungsinya Cuma untuk permisalan saja.</p>
<p>Oh, iya. Anda juga cukup membuat 1 asosiasi untuk mewakili satu angka. Jadi kalau anda melihat ada 3 kata/asosiasi untuk setiap angka (seperti tabel di atas), itu juga fungsinya sebagai contoh/alternative saja. Mengapa harus 1 asosiasi? Tujuannya tentu supaya anda bisa lebih fokus dalam mengasosiasikan angka-angka. Anda mungkin bisa membuat seratus lebih daftar kata yang mempunyai kaitan dengan angka 1 (awalan I), namun justru itu bisa menyulitkan anda nantinya. Misalnya, anda akan lupa sebaiknya menggunakan asosiasi “ikan”, “Inul”, atau “Ijal” untuk mengasosiasikan angka 1. Sebaliknya jika anda cuma punya satu asosiasi maka akan lebih mudah buat anda untuk terus konsisten memakai asosiasi itu.</p>
<p>Oke, kita kembali ke topik awal. Yaitu bagaimana mengingat lebih dari satu angka. Sehari-hari kita mungkin pastinya bertemu angka-angka dan biasanya yang sulit adalah mengingat deret-deret angka dan bukan 1 atau 2 angka.</p>
<p>Untuk mengingat  angka 12 misalnya, anda hubungkan antara asosiasi angka 1 (Ikan) dengan asosiasi angka 2 (Zebra), Anggaplah anda setuju menggunakan kedua asosiasi di atas- dengan begitu apa yang tergambar di kepala anda?.</p>
<p>Bisa jadi anda menggambarkan seekor ikan buas yang mencaplok kepala si Zebra (ketika si zebra sedang minum di tepian sungai) atau mungkin anda menggambarkan. Ikan buas seperti hiu mungkin terlalu “logis” untuk mencaplok kepala zebra (dan biasanya otak kita bosan untuk selalu menggunakan bagian kirinya/logika). Logika itu kadang membosankan bagi otak. Hal yang terlalu logis biasanya kurang “diminati” oleh otak, jadi kenapa tidak kita buat saja gambaran/visualisasi yang lebih “tidak masuk akal”. Misalnya Ikan yang mencaplok kepala zebra bukanlah hiu melainkan ikan lou han, cupang atau mas koki peliharaan anda.</p>
<p>Anda tahu bahwa ikan-ikan di atas adalah ikan hias dan tentunya sangat lucu dan menggelikan (bagaimana mungkin mereka sampai bisa lompat dari air (sungai) dan mencaplok kepala zebra ? (nah kalau sampai anda juga memikirkan hal ini berarti anda mulai “memaksa” otak anda untuk lagi-lagi menggunakan bagian kirinya/logika. Ketika anda mencoba selalu melogiskan sesuatu di otak, maka akan sulit bagi otak untuk berkeatifitas. Padahal untuk bisa mengingat dengan baik, otak sangat membutuhkan aktifitas otak kanan di mana kreatifitas tinggi sangat dibutuhkan.</p>
<p>Imajinasi, fantasi, kreatifitas, humor/jokes, apapun yang akan membuat otak anda “bebas” adalah cara terbaik dalam melatih daya ingat anda. Jika ikan-ikan lucu seperti mas koki sampai mencaplok kepala zebra itu mungkin tampak konyol, lucu, dan tidak masuk akal-tapi bukankah anda sering mengingat hal-hal yang tidak masuk akal dan konyol? Nah, seperti itulah cara kerja ingatan kita. Itu mungkin sebab bahwa kita sering lupa pelajaran sekolah dan lebih mudah mengingat alur sebuah film.</p>
<p>Sekali lagi bahwa ilustrasi di atas hanya sebagai gambaran. Anda bisa menciptakan satu atau bahkan ratusa ilustrasi untuk melatih kekuatan asosiasi anda. Buatlah lebih banyak gambar dan cerita-cerita konyol. Biarkan otak anda “bermain-main” (seperti juga anda senang bermain-main).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/11/asosiasi-angka-angka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Asosiasi Dalam Mengingat Angka-angka</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/10/teknik-asosiasi-dalam-mengingat-angka-angka/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/10/teknik-asosiasi-dalam-mengingat-angka-angka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 02:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengingat Angka]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengingat angka-angka]]></category>
		<category><![CDATA[menghafal angka dengan mudah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu cara untuk dapat mengingat angka dengan mudah yaitu dengan mengubah terlebih dulu angka-angka itu menjadi suatu benda/sesuatu. Benda di sini bisa berbentuk barang, atau orang (yang anda kenal), atau bisa juga berupa tempat atau bahkan pengalaman nyata (walaupun ini agak sulit). Pada prinsipnya ketika kita akan mengingat angka kita harus mengasosiasikan angka-angka itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu cara untuk dapat mengingat angka dengan mudah yaitu dengan mengubah terlebih dulu angka-angka itu menjadi suatu benda/sesuatu. Benda di sini bisa berbentuk barang, atau orang (yang anda kenal), atau bisa juga berupa tempat atau bahkan pengalaman nyata (walaupun ini agak sulit).</p>
<p>Pada prinsipnya ketika kita akan mengingat angka kita harus mengasosiasikan angka-angka itu ke menjadi “sesuatu” yang bisa dengan mudah kita ingat atau kita gambarkan. Di bawah ini misalnya, ada tabel yang berisi angka-angka di mana angka-angka tersebut diubah menjadi huruf (yang mempunyai kemiripan) dengan angka-angka tadi. Kemudian Huruf (yang bentuknya mirip dengan angka) diubah lagi menjadi suatu benda/orang (yang mempunyai awalan huruf yang sama). Coba simak tabel di bawah ini:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="67" valign="top">Angka</td>
<td width="149" valign="top">Huruf (yang mirip)</td>
<td width="180" valign="top">Kata-kata/Asosiasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">1.</td>
<td width="149" valign="top">I</td>
<td width="180" valign="top">Ikan, Inul, Ijal</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">2</td>
<td width="149" valign="top">Z</td>
<td width="180" valign="top">Zebra, Zamrud, Zombie</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">3</td>
<td width="149" valign="top">E</td>
<td width="180" valign="top">Emping, Emak, Enno</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">4</td>
<td width="149" valign="top">A</td>
<td width="180" valign="top">Apel, Ariel, Anak</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">5</td>
<td width="149" valign="top">S</td>
<td width="180" valign="top">Susu, Saos, Susi</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">6</td>
<td width="149" valign="top">G</td>
<td width="180" valign="top">Gentong, Gigi, Gembok</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">7</td>
<td width="149" valign="top">J</td>
<td width="180" valign="top">Jengkol, Jeruk, Jari</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">8</td>
<td width="149" valign="top">B</td>
<td width="180" valign="top">Buku, Badut, Bakso</td>
</tr>
<tr>
<td width="67" valign="top">9</td>
<td width="149" valign="top">P</td>
<td width="180" valign="top">Pensil, Pisau, Palu</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pada angka pertama anda akan lihat bahwa huruf yang mirip dengan angka 1 adalah I. Anda bisa membuat asosiasi (benda/sesuatu) yang memungkinkan anda untuk mengingatnya dengan mudah. Di tabel anda lihat ada 3 kata (ikan, inul, ijal). Anda boleh pilih salah satu dari ketiga kata/asosiasi tersebut atau bahkan anda boleh menciptakan sendiri asosiasi menurut versi anda sendiri. Ingat, bahwa seni mengingat dengan teknik asosiasi sifatnya sangat private. Asosiasi antara anda dengan orang lain bisa saja sangat berbeda (bahkan mungkin sebaiknya begitu), Karena asosiasi yang bagus sebetulnya dibuat berdasarkan pengalaman pribadi (yang tentunya berbeda pada setiap orang).</p>
<p>Katakanlah bahwa anda setuju bahwa asosiasi untuk angka 1 (huruf I) adalah “ikan”. Anda tentu punya alasan mengapa memilih asosisasi “ikan” untuk angka 1 (huruf I). Anda mungkin termasuk yang gemar makan ikan atau mungkin anda gemar mengoleksi ikan hias. Anda punya peliharaan ikan tertentu dan anda sangat menyukainya. Begitu sayangnya anda dengan ikan itu sampai-sampai anda hapal betul wajah (padahal hampir semua ikan wajahnya agak mirip), corak kulit serta gaya berenang ikan anda.</p>
<p>Kata “ikan” akan selalu mengingatkan anda pada ikan peliharaan anda di rumah. Anda bahkan mungkin punya panggilan kesayangan untuk ikan peliharaan anda. Sehingga ketika mendengar kata “ikan” anda akan langsung dengan mudah membayangkan ikan peliharaan anda.Semakin detil gambaran yang anda lihat, semakin bagus untuk daya ingat anda.</p>
<p>Jika anda sudah mempunyai gambaran/pengalaman yang mendetil tentang asosiasi “ikan” sekarang mulailah asosiasikan setiap angka 1 menjadi bentuk “ikan” peliharaan anda. Anda bisa mulai dari nomor HP anda (mungkin anda angka 1 di sana), anda bisa lihat jam di dinding rumah, nomor rumah, atau bahkan nomor plat kendaraan anda. Coba cek, mungkin ada banyak angka 1 di sana (berarti ada banyak ikan di sana). Biasakanlah mulai dari sekarang, ketika anda melihat atau mendengar angka 1, anda tidak lagi memandangnya sebuah angka (angka 1) tetapi yang anda lihat adalah “wajah” ikan pelihaan anda. Semakin sering anda berlatih, semakin anda akan menguasai teknik ini</p>
<p>Selamat berimajinasi….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/10/teknik-asosiasi-dalam-mengingat-angka-angka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Gangguan Pada Penderita Disleksia</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/09/beberapa-gangguan-pada-penderita-disleksia/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/09/beberapa-gangguan-pada-penderita-disleksia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 00:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit-Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[disleksia sulit memahami perkataan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan ingatan jangka pendek]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mengingat penderita disleksia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan postingan yang sebelumnya pernah dimuat di sini, yaitu mengenai gangguan disleksia, terdapat beberapa masalah/tanda-tanda yang didalami oleh si penderita disleksia. Di bawah ini adalah beberapa tanda-tanda yang dikutip dari media kompas (health.kompas.com) sebagaimana yang juga pernah mereka kutip dari dyslexia-indonesia.org. Beberapa masalah yang dimaksud adalah masalah fonologi (hubungan antara huruf dan bunyi), masalah dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Melanjutkan postingan yang sebelumnya pernah dimuat di sini, yaitu mengenai gangguan disleksia, terdapat beberapa masalah/tanda-tanda yang didalami oleh si penderita disleksia. Di bawah ini adalah beberapa tanda-tanda yang dikutip dari media kompas (health.kompas.com) sebagaimana yang juga pernah mereka kutip dari dyslexia-indonesia.org. Beberapa masalah yang dimaksud adalah masalah fonologi (hubungan antara huruf dan bunyi), masalah dalam <a href="http://manemonik.com/2010/06/26/mengingat-kata-ke-dalam-gambar/" target="_blank">mengingat kata-kata</a></em><em>, masalah urutan dan sistematika, <a href="http://manemonik.com/2010/09/susah-memusatkan-perhatian-hati-hati-mungkin-itu-delirium/" target="_blank">masalah ingatan</a></em><em> jangka pendek, dan pemahaman sintaks (tata bahasa). Untuk lebih jelasnya adalah seperti di bawah ini:</em></p>
<p>1.    Masalah fonologi: Yang dimaksud masalah fonologi adalah hubungan sistematik antara huruf dan bunyi. Misalnya mereka mengalami kesulitan membedakan ”paku” dengan ”palu”; atau mereka <a href="http://manemonik.com/2010/06/26/mengingat-kata-ke-dalam-gambar/" target="_blank">keliru memahami kata-kata</a> yang mempunyai bunyi hampir sama, misalnya ”lima puluh” dengan ”lima belas”. Kesulitan ini tidak disebabkan masalah pendengaran, tetapi berkaitan dengan proses pengolahan<em>input</em><em> </em>di dalam otak.</p>
<p>2.    <a href="http://manemonik.com/2010/06/26/mengingat-kata-ke-dalam-gambar/" target="_blank">Masalah mengingat perkataan</a>: Kebanyakan anak disleksia mempunyai level kecerdasan normal atau di atas normal. Namun, mereka mempunyai kesulitan mengingat perkataan. Mereka mungkin sulit menyebutkan nama teman-temannya dan memilih untuk memanggilnya dengan istilah “temanku di sekolah” atau “temanku yang laki-laki itu”. Mereka mungkin dapat menjelaskan suatu cerita, tetapi tidak dapat mengingat jawaban untuk pertanyaan yang sederhana.</p>
<p>3.    Masalah penyusunan yang sistematis atau berurut: Anak disleksia mengalami kesulitan menyusun sesuatu secara berurutan misalnya susunan bulan dalam setahun, hari dalam seminggu, atau susunan huruf dan angka. Mereka sering ”lupa” susunan aktivitas yang sudah direncanakan sebelumnya, misalnya lupa apakah setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah atau langsung pergi ke tempat latihan sepak bola. Padahal, orangtua sudah mengingatkannya bahkan mungkin hal itu sudah pula ditulis dalam agenda kegiatannya. Mereka juga mengalami kesulitan yang berhubungan dengan perkiraan terhadap waktu. Misalnya mereka mengalami kesulitan memahami instruksi seperti ini: ”Waktu yang disediakan untuk ulangan adalah 45 menit. Sekarang pukul 08.00. Maka 15 menit sebelum waktu berakhir, Ibu Guru akan mengetuk meja satu kali”. Kadang kala mereka pun ”bingung” dengan perhitungan uang yang sederhana, misalnya mereka tidak yakin apakah uangnya cukup untuk membeli sepotong kue atau tidak.</p>
<p>4.    Masalah ingatan jangka pendek: Anak disleksia mengalami kesulitan memahami instruksi yang panjang dalam satu waktu yang pendek. Misalnya ibu menyuruh anak untuk “Simpan tas di kamarmu di lantai atas, ganti pakaian, cuci kaki dan tangan, lalu turun ke bawah lagi untuk makan siang bersama ibu, tapi jangan lupa bawa serta buku PR Matematikanya, ya”, maka kemungkinan besar anak disleksia tidak melakukan seluruh instruksi tersebut dengan sempurna karena <a href="http://manemonik.com/2010/06/12/teknik-dasar-dalam-mengingat/" target="_blank">tidak mampu mengingat seluruh perkataan</a> ibunya.</p>
<p>5.    Masalah pemahaman sintaks: Anak disleksia sering mengalami kebingungan dalam memahami tata bahasa, terutama jika dalam waktu yang bersamaan mereka menggunakan dua atau lebih bahasa yang mempunyai tata bahasa yang berbeda. Anak disleksia mengalami masalah dengan bahasa keduanya apabila pengaturan tata bahasanya berbeda daripada bahasa pertama. Misalnya dalam bahasa Indonesia dikenal susunan diterangkan–menerangkan (contoh: tas merah). Namun, dalam bahasa Inggris dikenal susunan menerangkan-diterangkan (contoh: <em>red bag</em>).</p>
<p><em>Hendaknya anda tidak terlebih dulu membuat kesimpulan yang cepat tentang penderita disleksia. Jika anda menemukan seseorang yang anda rasa mengalami tanda-tanda seperti di atas, belum tentu mereka mengalami disleksia. Terutama dalam hal ini masalah/kesulitan dalam mengingat (gangguan ingatan jangka pendek), kesulitan dalam mengingat perkataan/perintah yang panjang dan lain sebagainya. Banyak hal yang sebaiknya terlebih dahulu dilakukan sebelum menganggap bahwa seseorang itu menderita disleksia. Penting sekali untuk meyakini bahwa anda, keluarga, dan orang-orang yang di sekeliling anda berasa dalam keadaan yang baik dan sehat….</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/09/beberapa-gangguan-pada-penderita-disleksia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Disleksia dan Masalah Daya Ingat</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/09/disleksia-dana-masalah-daya-ingat/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/09/disleksia-dana-masalah-daya-ingat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 23:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit-Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[disleksia sulit mengingat]]></category>
		<category><![CDATA[lemah ingatan karena dileksia]]></category>
		<category><![CDATA[masalah daya ingat dan disleksia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu gangguan yang berhubungan dengan kurangnya kemampuan untuk mengingat dan/atau konsentrasi adalah disleksia. Beberapa penelitian dan kajian telah dilakukan terhadap penyakit disleksia ini. Dimana dinyatakan bahwa salah satu gejala/tanda-tanda seseorang mengalami disleksia adalah kesulitan dalam mengingat suatu perintah (walaupun sederhana). Namun demikian disamping itu masih banyak tanda-tanda lainnya yang perlu diketahui. Di bawah ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Salah satu gangguan yang berhubungan dengan k<a href="http://manemonik.com/" target="_blank">urangnya kemampuan untuk mengingat dan/atau konsentrasi</a></em><em> adalah disleksia. Beberapa penelitian dan kajian telah dilakukan terhadap penyakit disleksia ini. Dimana dinyatakan bahwa salah satu gejala/tanda-tanda seseorang mengalami disleksia adalah <a href="http://manemonik.com/2010/06/19/melatih-ingatan-dengan-semua-indera/" target="_blank">kesulitan dalam mengingat suatu perintah</a></em><em> (walaupun sederhana). Namun demikian disamping itu masih banyak tanda-tanda lainnya yang perlu diketahui. Di bawah ini disajikan tulisan yang pernah dimuat di media kompas (health.kompas.com) mengenai penyakit disleksia. Kiranya dapat dapat menjadi renungan bersama dan semoga bermanfaat….</em></p>
<p>Disleksia berasal dari kata Yunani yaitu “dys” yang berarti kesulitan dan “leksia” yang berarti kata-kata. Dengan kata lain, disleksia berarti <a href="http://manemonik.com/2010/06/26/mengingat-kata-ke-dalam-gambar/" target="_blank">kesulitan dalam mengolah kata-kata</a>. Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Disleksia Indonesia dr Kristiantini Dewi, Sp A, menjelaskan, disleksia merupakan kelainan dengan dasar kelainan neurobiologis dan ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata dengan tepat atau akurat dalam pengejaan dan dalam kemampuan mengode simbol. Terdapat dua macam disleksia, yaitu<em> </em><em>developmental dyslexia</em> dan <em>acquired dyslexia</em>.</p>
<p><em>Developmental Dyslexia</em> merupakan bawaan sejak lahir dan karena faktor genetis atau keturunan. Penyandang disleksia akan membawa kelainan ini seumur hidupnya atau tidak dapat disembuhkan. Tidak hanya mengalami kesulitan membaca, mereka juga mengalami hambatan mengeja, menulis, dan beberapa aspek bahasa yang lain. Meski demikian, anak-anak penyandang disleksia memiliki tingkat kecerdasan normal atau bahkan di atas rata-rata. Dengan penanganan khusus, hambatan yang mereka alami bisa diminimalkan.</p>
<p>“Disleksia itu menurut penelitian sekitar 70 persen merupakan keturunan. Namun, sisanya 30 persen, berarti ada faktor lain di luar genetis yang hingga saat ini belum diketahui apa itu penyebabnya. Selain karena keturunan, <em>acquired dyslexia</em><em> </em>itu awalnya individu normal, tetapi menjelang dewasa mengalami cedera otak sebelah kiri dan bisa menyebabkannya menjadi disleksia,” kata Kristiantini dalam Seminar Nasional Disleksia, Sabtu (31/7/2010) di Jakarta.</p>
<p>Sejumlah ahli juga mendefinisikan disleksia sebagai suatu kondisi pemrosesan <em>input</em><em> </em>atau informasi yang berbeda (dari anak normal) yang sering kali ditandai dengan kesulitan dalam membaca yang dapat memengaruhi area kognisi, seperti <a href="http://manemonik.com/2010/06/15/melatih-daya-ingat-sebelum-tidur/" target="_blank">daya inga</a>t, kecepatan pemrosesan <em>input</em>, kemampuan pengaturan waktu, aspek koordinasi, dan pengendalian gerak. Dapat juga terjadi kesulitan visual dan fonologis, dan biasanya terdapat perbedaan kemampuan di berbagai aspek perkembangan.</p>
<p>Masalah yang juga bisa mengikuti penyandang disleksia di antaranya <a href="http://manemonik.com/2010/06/12/cara-melatih-konsentrasi/" target="_blank">konsentras</a>i, <a href="http://manemonik.com/2010/06/19/melatih-ingatan-dengan-semua-indera/" target="_blank">daya ingat jangka pendek (cepat lupa dengan instruksi</a>). “Penyandang disleksia juga mengalami masalah dalam pengorganisasian. Mereka cenderung tidak teratur. Misalnya, memakai sepatu tetapi lupa memakai kaus kaki. Masalah lainnya, kesulitan dalam penyusunan atau pengurutan, entah itu hari, angka, atau huruf,” papar Kristiantini yang juga seorang dokter anak.</p>
<p><em>Tentunya anda jangan apriori dulu jika menemukan tanda-tanda/gejala seperti di atas dengan menganggap bahwa si penderita mengalami disleksia. Tulisan di atas dimaksudkan sebagai informasi saja dan kita semua pasti ingin meyakini bahwa kita baik-baik saja. Disleksia, ADHD, Delirium atau apapun penyakitnya-adalah sesuatu yang juga bisa diberikan penanganan/penyembuhan (paling tidak, yakinlah bahwa semua akan ada jalan keluarnya). Sehingga demikian adalah penting untuk meyakini bahwa kita dalam keadaan sehat dan tidak kurang suatu apapun. Anda bisa bertanya kepada ahlinya jika memang merasa perlu atau sebaliknya, anda bisa melakukan beberapa hal sederhana untuk memperbaiki daya ingat dan konsentrasi anda.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/09/disleksia-dana-masalah-daya-ingat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengingat Nama</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/09/462/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/09/462/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 14:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Melatih Daya Ingat]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengingat nama]]></category>
		<category><![CDATA[mengingat nama dengan mudah]]></category>
		<category><![CDATA[teknik mengingat nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin anda salah satu orang sering bermasalah dengan mengingat nama. Kebanyakan dari kita mungkin begitu. Kita mungkin sering sekali berkenalan dengan orang-orang baru, namun begitu di rumah, kita baru sadar bahwa ternyata hanya sedikit sekali dari orang-orang tersebut yang benar-benar kita ingat namanya. Anda mungkin termasuk orang yang sering bersosialisasi dengan orang, anda mungkin juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mungkin anda salah satu orang sering bermasalah dengan mengingat nama. Kebanyakan dari kita mungkin begitu. Kita mungkin sering sekali berkenalan dengan orang-orang baru, namun begitu di rumah, kita baru sadar bahwa ternyata hanya sedikit sekali dari orang-orang tersebut yang benar-benar kita ingat namanya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Anda mungkin termasuk orang yang sering bersosialisasi dengan orang, anda mungkin juga orang yang cepat akrab ketika mengobrol dengan orang. Tapi soal mengingat nama orang yang anda ajak ngobrol,mmm….nanti dulu….bisa-bisa anda termasuk pelupa berat dalam mengingat nama.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Di bawah ini ada tips yang diberikan oleh sebuah website (<a href="http://kampungtki.com/baca/17317" target="_blank">kampungtki.com</a>) tentang bagaimana cara mengingat nama. Ada baiknya anda praktikan, mudah-mudahan bisa membantu. Berikut ini tips-tipsnya:</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*Mengulangi Namanya</strong><strong><br />
Saat Anda berkenalan dengan orang tersebut, sebaiknya Anda mengulang namanya, ‘Halo Luna, saya Bayu’. Dengan ini maka bisa membantu Anda untuk saling menancapkan nama masing-masing dalam pikirannya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*Bertanya atau mengomentari namanya</strong><strong><br />
Setelah dia menyebut namanya, bertanyalah atau setidaknya memberi komentar mengenai namanya, misalnya, ‘Oh, Okto ya? Pasti lahir bulan oktober ya??’, yang perlu Anda ingat adalah, komentar atau pertanyaan Anda tidak bernada negatif atau tidak ngegombal, dan tidak menyinggung Anda.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*Minta dia untuk mengeja namanya</strong><strong><br />
Jika anda kesulitan untuk menyebut namanya, mintalah untuk mengeja namanya ‘Okki? Pake ‘i’ apa pake ‘y’ ya??’. Anda juga bisa menerapkan hal ini saat Anda berkenalan, misalnya, ‘nama saya Anisa, ?n? nya cuma satu’</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*Asosiasikan namanya dengan sesuatu yang ada di pikiran Anda</strong><strong><br />
Jika Anda bertemu dengan seseorang yang bernama Arnold, maka Anda bisa mengasosiasikannya dengan Arnold Schwazenegger dalam film Terminator yang kekar itu.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*Bertanya bagaimana dia bisa mendapat nama itu</strong><strong><br />
Tak bisa dipungkiri, ada sebagian orang yang memiliki nama unik dan tak biasa. Untuk membantu anda mengingatnya, cobalah bertanya asal-usul dari nama tersebut. Seperti nama Dirova yang mungkin asing di telinga Anda, sesungguhnya nama tersebut adalah gabungan nama orang tuanya, Sudiro dan Nadifa.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>*Tetap semangat</strong><strong><br />
Saat berkenalan, tunjukkan dengan bahasa tubuh bahwa Anda tertarik dan bersemangat berkenalan dengannya dan berusaha menghafal namanya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/09/462/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susah Memusatkan Perhatian?. Hati-hati, Mungkin itu Delirium</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/09/susah-memusatkan-perhatian-hati-hati-mungkin-itu-delirium/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/09/susah-memusatkan-perhatian-hati-hati-mungkin-itu-delirium/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Sep 2010 07:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit-Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[delirium]]></category>
		<category><![CDATA[masalah konsentrasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab linglung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu gangguan yang berkaitan dengan penurunan daya konsentrasi/masalah pemusatan perhatian adalah delirium. Apa itu delirium?. Delirium adalah keadaan dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih. Gangguan delirium ini biasanya bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak. Delirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu gangguan yang berkaitan dengan penurunan daya konsentrasi/masalah pemusatan perhatian adalah delirium. Apa itu delirium?. Delirium adalah keadaan dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih. Gangguan delirium ini biasanya bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak.</p>
<p>Delirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal dan bukan merupakan suatu penyakit. Gangguan ini dapat terlihat dengan ditemukannya sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental. Mengapa delirium bisa terjadi dan apa penyebabnya ?.Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium.</p>
<p>Gangguan delirium ini sendiri paling sering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otaknya telah mengalami gangguan, termasuk di sini adalah orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan pikiran atau perilaku dan orang yang mengalami demensia.</p>
<p>Melihat dari pengertian di atas, mungkin dapat dikatakan bahwa perbedaan antara delirium dengan beberapa penyakit/gangguan yang berkaitan dengan masalah penurunan konsentrasi adalah bahwa delirium ini bersifat sementara dan bukan merupakan suatu penyakit. Harapannya delirium ini akan hilang dengan sendiri manakala penyakit berat, ataupun efek dari obat-obatan yang menjadi sebab dari timbulnya delirium ini sudah hilang.</p>
<p>Meskipun delirium ini paling sering terjadi pada orang dewasa (terutama yang berusia lanjut), tentu bukan berarti bahwa orang yang berusia muda akan luput dari gangguan ini. Untuk itu berhati-hatilah dalam mengkonsumsi suatu makanan/minuman/obat-obatan. Jika anda merasa menemukan gejala-gejala seperti di atas, alangkah baiknya untuk segera mengkonsultasikannya kepada ahlinya. Tentunya anda tidak mau kan, jika di tengah kerumunan orang tiba-tiba anda seperti orang linglung…?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/09/susah-memusatkan-perhatian-hati-hati-mungkin-itu-delirium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warna-Warna Untuk Memacu Ingatan</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/09/warna-warna-untuk-memacu-ingatan/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/09/warna-warna-untuk-memacu-ingatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 10:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cara Belajar Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[cara belajar yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[cara mencatat]]></category>
		<category><![CDATA[mencatat dengan warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Konon kita lebih mudah mengingat sesuatu, jika ada bantuan warna. Bantuan warna di sini maksudnya, kita lebih mudah mengingat suatu kalimat jika warna itu diberi warna. Warna ini tentu saja harus berbeda dengan warna tulisan/kalimat yang lain. Waktu kita sekolah dulu, mungkin kita sering men-stabillo catatan penting di buku pelajaran-nah, itulah salah satu kegunaan warna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon kita lebih mudah mengingat sesuatu, jika ada bantuan warna. Bantuan warna di sini maksudnya, kita lebih mudah mengingat suatu kalimat jika warna itu diberi warna. Warna ini tentu saja harus berbeda dengan warna tulisan/kalimat yang lain. Waktu kita sekolah dulu, mungkin kita sering men-stabillo catatan penting di buku pelajaran-nah, itulah salah satu kegunaan warna untuk memacu ingatan/memori kita.</p>
<p>Kenapa sih kok warna bisa memacu ingatan?. Sebetulnya sih bukan karena faktor/efek warna, tapi lebih kepada faktor “berbeda”nya karakter tulisan/kalimat (yang diberi warna) dengan karakter/kalimat yang lain. Coba saja anda beri warna semua kalimat di dalam lembaran buku (dengan warna yang sama), apa anda merasa lebih mudah mengingat?. Enggak ada bedanya kan, antara kalimat satu dengan lainnya?.</p>
<p>Nah, sekarang waktu semua tulisan di buku tersebut anda beri warna yang sama, coba deh, sekarang anda beri warna yang berbeda. Misal, tadi semua tulisan anda beri stabillo hijau, sekarang coba anda beri sebagian tulisan (kalimat tertentu saja) stabillo yang warnanya merah. Sekarang coba anda baca tulisan di buku itu kembali. Anda merasa ada sesuatu yang beda, enggak?.</p>
<p>Seharusnya pada percobaan kedua di atas, anda bisa merasakan sensasi yang berbeda. Sensasi itu seharusnya sensasi alamiah yang terjadi, karena ada sesuatu yang memang “berbeda”atau “unik” atau “tidak biasa” pada tulisan yang berwarna merah. Kenapa begitu? Jelas karena warna merah itu berbeda dari warna mayoritas (hijau). Tulisan/kalimat yang berwarna merah mungkin hanya sedikit, tapi itu justru menarik perhatian otak kita. Nah, ketika otak tertarik pada sesuatu maka di situlah konsentrasi kita muncul. Ingatan yang sempurna itu selalu ada sewaktu kita dalam keadaan yang konsen (konsentrasi penuh).</p>
<p>Mulai sekarang biasakanlah untuk memakai warna-warna di setiap tulisan/catatan yang ingin anda ingat. Coba rasakan perbedaannya. Anda bisa gunakan alat stabillo, bisa gunakan pulpen warna, bisa gunakan spidol warna, apapunlah…pokoknya yang berwarna.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/09/warna-warna-untuk-memacu-ingatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekelumit Tentang  ADHD</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/09/sekelumit-tentang-adhd/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/09/sekelumit-tentang-adhd/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 09:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit-Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[ciri ADHD]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi ADHD]]></category>
		<category><![CDATA[gejala ADHD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mendengar istilah ADHD ?. ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder adalah merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik. ADHD bisa dialami pada jutaan anak-anak dan seringkali berlanjut sampai dewasa. Beberapa aspek utama dalam ADHD, yaitu ditemukannya kesulitan untuk memusatkan perhatian dan kebiasaan hiperaktif (perilaku yang tidak bisa diam) – impulsif (kesulitan untuk menunda respon / dorongan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah mendengar istilah ADHD ?. ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder adalah merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik. ADHD bisa dialami pada jutaan anak-anak dan seringkali berlanjut sampai dewasa.</p>
<p>Beberapa aspek utama dalam ADHD, yaitu ditemukannya kesulitan untuk memusatkan perhatian dan kebiasaan hiperaktif (perilaku yang tidak bisa diam) – impulsif (kesulitan untuk menunda respon / dorongan untuk melakukan / mengatakan sesuatu yang tidak sabar). Biasanya anak-anak dengan penyakit ADHD ini mengalami kepercayaan diri yang rendah, masalah dalam berinteraksi dengan orang lain dan rendahnya kemampuan di sekolah.</p>
<p>Apa saja sih, tanda-tanda atau gejala anak yang menderita ADHD ?. Yang paling utama adalah gejala kesulitan untuk memusatkan perhatian. Kesulitan untuk memusatkan perhatian ini dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya seperti :</p>
<p>•    Sering gagal dalam memberikan perhatian pada hal-hal yang detil ataupun bisa juga ketidakpedulian jika berbuat kesalahan dalam berbagai aktivitas.<br />
•    Sering memiliki masalah dalam mempertahankan perhatian pada pekerjaan atau ketika bermain.<br />
•    Tidak mendengarkan ketika berbicara secara langsung.<br />
•    Susah mengikuti petunjuk yang diberikan dan sering gagal dalam menyelesaikan tugas sekolah ataupun tugas-tugas lainnya.<br />
•    Sering gagal dalam hal pengaturan tugas maupun aktifitas lainnya.<br />
•    Menghindari atau tidak menyukai tugas-tugas yang membutuhkan upaya mental secara terus menerus seperti halnya tugas sekolah maupun pekerjaan rumah.<br />
•    Sering kehilangan sesuatu yang sedang dikerjakan, seperti buku, pensil, mainan, ataupun peralatan lainnya.<br />
•    Mudah bingung.<br />
•    Sering lupa.</p>
<p>Apakah anda merasa tidak asing dengan gejala-gejala di atas?. Coba anda perhatikan, apakah di sekitar anda ada seseorang yang anda kenal yang kurang lebih mempunyai gejala-gejala seperti di atas?. Ada baiknya anda memperhatikan serius mengenai masalah ADHD ini, karena siapapun penderitanya, mereka pastinya membutuhkan bimbingan dan pengarahan khusus untuk masa depan mereka kelak. Orang-orang itu bisa jadi saudara anda, kerabat, bahkan anggota keluarga ataupun anak anda.</p>
<p>Secara sederhana penderita ADHD ini memang mengalami masalah dalam hal konsentrasi. Itulah sebabnya, jika anda mengamati dengan jeli, mungkin anda akan menemukan beberapa penderita dengan gejala-gejala seperti di atas. Penderita ADHD ini memiliki kemampuan konsentrasi yang rendah, itu sebabnya ia sulit melihat dan mengamati hal-hal secara mendetil (seksama). Setiap orang mungkin dan pastinya sering juga berbuat salah jika harus mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian. Namun yang khas dari penderita ADHD adalah bahwa seringkali mereka tidak peduli ketika mereka berbuat kesalahan (entah itu menyangkut tugas/pekerjaan mereka ataupun aktifitas kecil misalnya permainan).</p>
<p>Gejala lainnya dari penderita ADHD yang paling sering tampak adalah bahwa mereka cenderung pelupa (berat). Semua orang memang bisa lupa dan lupa itu memang hal yang wajar, namun tentunya anda juga perlu waspada jika terus menerus lupa. Melupakan berbagai hal dengan frekuensi yang cukup tinggi, bisa jadi salah satu gejala bahwa seseorang menderita ADHD. Lupa yang dialami oleh penderita ADHD mungkin tidak bisa dilepaskan dari masalah gangguan konsentrasi. Mereka (penderita ADHD) adalah orang-orang yang sulit untuk fokus/konsentrasi, baik pada saat mereka mendengar, melihat, belajar, ataupun beraktifitas. Sehingga seringkali mereka melupakan sesuatu (meskipun itu hal yang cukup penting dan baru saja mereka pelajari/alami). Kenapa begitu? Tentu saja karena sebetulnya mereka tidak betul-betul fokus pada apa yang sedang mereka lakukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/09/sekelumit-tentang-adhd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memotong Rumput Bisa Meningkatkan/Mempertajam Kinerja Otak ?</title>
		<link>http://manemonik.com/2010/09/memotong-rumput-bisa-meningkatkanmempertajam-kinerja-otak/</link>
		<comments>http://manemonik.com/2010/09/memotong-rumput-bisa-meningkatkanmempertajam-kinerja-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2010 10:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manemonik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refreshing]]></category>
		<category><![CDATA[melatih otak]]></category>
		<category><![CDATA[memperkuat kerja otak]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan kinerja otal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manemonik.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Ada-ada saja penelitian di jaman sekarang ini, tidak terkecuali penelitian yang berhubungan dengan pengembangan di bidang otak/pikiran. Seperti penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Australia tentang efek dari kegiatan memotong rumput yang konon bisa memperkuat kinerja otak. Artikel yang mengangkat masalah penelitian aroma rumput ini juga pernah dimuat di web kompas (kompas.com) di mana kegiatan memotong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada-ada saja penelitian di jaman sekarang ini, tidak terkecuali penelitian yang berhubungan dengan pengembangan di bidang otak/pikiran. Seperti penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Australia tentang efek dari kegiatan memotong rumput yang konon bisa memperkuat kinerja otak. Artikel yang mengangkat masalah penelitian aroma rumput ini juga pernah dimuat di web kompas (kompas.com) di mana kegiatan memotong rumput disebutkan sebagai salah satu kegiatan yang dapat memperkuat kinerja otak. Jadi inti dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa ketika seseorang memotong rumput, maka aroma rumput yang dipotong tersebut akan menuju ke otak.</p>
<p>Memang tidak begitu jelas disebutkan tentang bagaimana cara aroma (yang dikeluarkan oleh rumput tersebut) bekerja pada otak, namun dinyatakan bahwa aroma tersebut bekerja pada wilayah emosi dan memori. Bahan kimia yang ditemukan saat menyabit rumput tidak hanya dapat mengurangi stres dan membuat orang lebih bahagia, tapi juga bisa mencegah penurunan mental pada usia tua Dengan begitu, aroma tersebut dapat merangsang kinerja otak, sehingga mungkin juga bisa sangat bermanfaat untuk merangsang daya ingat.</p>
<p>Konon sekarang ini juga sudah mulai dikeluarkan parfum-parfum yang mempunyai aroma khas rumput yang konon memang ditujukan guna menciptakan rasa rileks dan merangsang otak individu sekitarnya. Nah, sayangnya sampai sekarang di Indonesia sepertinya belum terdengar ya ada parfum semacam ini?. Yang ada dan sudah masuk di iklan televisi paling-paling parfum yang aromanya coklat-yang konon bisa bikin wanita-wanita pada nempel itu.</p>
<p>Bagaimana, apakah anda percaya dengan penelitian itu?. Kalau anda memang tidak mau repot-repot melatih daya ingat/otak dengan permainan otak atau senam otak, mungkin ada baiknya juga anda melakukan kegiatan yang satu ini. Selain sehat karena secara tidak langsung memaksa badan anda untuk olahraga (memotong rumput berkeringat juga lho…), pastinya keluarga anda senang dengan kegiatan baru anda ini. Ya…itung-itung menghemat biaya pengeluaran keluarga untuk potong rumput kan…?. Bagi anda yang tidak punya rumput di halaman rumah tetapi ingin melatih kinerja otak, mungkin juga ada baiknya anda melirik profesi sampingan ini.</p>
<p>Nanti kalau parfum aroma rumput itu sudah dijual bebas di Indonesia dan sudah terbukti benar khasiatnya, mungkin kita bisa gunakan cara yang lebih praktis. Berharap saja agar harga parfum ini nantinya tidak terlalu mahal. Atau jika anda memang malas melatih daya ingat/konsentrasi dengan cara/metode yang menurut anda rumit, berharaplah agar di masa depan juga dikeluarkan parfum yang langsung membuat daya ingat anda muncul seketika (hahaha…..)</p>
<p>Tapi menurut kami sih, baiknya anda tetap menggunakan teknik-teknik seperti asosiasi dan sebagainya untuk benar-benar melatih daya ingat/konsentrasi otak. Memang sedikit rumit di awalnya, tapi mudah-mudahan benar-benar bisa bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manemonik.com/2010/09/memotong-rumput-bisa-meningkatkanmempertajam-kinerja-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

