Asosiasi Angka-angka
Artikel ini masih meneruskan artikel sebelumnya yang berjudul “teknik asosiasi dalam mengingat angka-angka”. Pada artikel sebelumnya daftar tabel adalah seperti di bawah ini.
| Angka | Huruf (yang mirip) | Kata-kata/Asosiasi |
| 1. | I | Ikan, Inul, Ijal |
| 2 | Z | Zebra, Zamrud, Zombie |
| 3 | E | Emping, Emak, Enno |
| 4 | A | Apel, Ariel, Anak |
| 5 | S | Susu, Saos, Susi |
| 6 | G | Gentong, Gigi, Gembok |
| 7 | J | Jengkol, Jeruk, Jari |
| 8 | B | Buku, Badut, Bakso |
| 9 | P | Pensil, Pisau, Palu |
Misalkan anda mau mengingat angka 12. Maka asosiasikanlah kata “ikan” dan “zebra”. Sekali lagi, anda bebas untuk membuat asosiasi apapun yang bisa mewakili angka-angka (dari 1 sampai 9). Jangan pernah terpaku pada daftar di atas. Daftar di atas fungsinya Cuma untuk permisalan saja.
Oh, iya. Anda juga cukup membuat 1 asosiasi untuk mewakili satu angka. Jadi kalau anda melihat ada 3 kata/asosiasi untuk setiap angka (seperti tabel di atas), itu juga fungsinya sebagai contoh/alternative saja. Mengapa harus 1 asosiasi? Tujuannya tentu supaya anda bisa lebih fokus dalam mengasosiasikan angka-angka. Anda mungkin bisa membuat seratus lebih daftar kata yang mempunyai kaitan dengan angka 1 (awalan I), namun justru itu bisa menyulitkan anda nantinya. Misalnya, anda akan lupa sebaiknya menggunakan asosiasi “ikan”, “Inul”, atau “Ijal” untuk mengasosiasikan angka 1. Sebaliknya jika anda cuma punya satu asosiasi maka akan lebih mudah buat anda untuk terus konsisten memakai asosiasi itu.
Oke, kita kembali ke topik awal. Yaitu bagaimana mengingat lebih dari satu angka. Sehari-hari kita mungkin pastinya bertemu angka-angka dan biasanya yang sulit adalah mengingat deret-deret angka dan bukan 1 atau 2 angka.
Untuk mengingat angka 12 misalnya, anda hubungkan antara asosiasi angka 1 (Ikan) dengan asosiasi angka 2 (Zebra), Anggaplah anda setuju menggunakan kedua asosiasi di atas- dengan begitu apa yang tergambar di kepala anda?.
Bisa jadi anda menggambarkan seekor ikan buas yang mencaplok kepala si Zebra (ketika si zebra sedang minum di tepian sungai) atau mungkin anda menggambarkan. Ikan buas seperti hiu mungkin terlalu “logis” untuk mencaplok kepala zebra (dan biasanya otak kita bosan untuk selalu menggunakan bagian kirinya/logika). Logika itu kadang membosankan bagi otak. Hal yang terlalu logis biasanya kurang “diminati” oleh otak, jadi kenapa tidak kita buat saja gambaran/visualisasi yang lebih “tidak masuk akal”. Misalnya Ikan yang mencaplok kepala zebra bukanlah hiu melainkan ikan lou han, cupang atau mas koki peliharaan anda.
Anda tahu bahwa ikan-ikan di atas adalah ikan hias dan tentunya sangat lucu dan menggelikan (bagaimana mungkin mereka sampai bisa lompat dari air (sungai) dan mencaplok kepala zebra ? (nah kalau sampai anda juga memikirkan hal ini berarti anda mulai “memaksa” otak anda untuk lagi-lagi menggunakan bagian kirinya/logika. Ketika anda mencoba selalu melogiskan sesuatu di otak, maka akan sulit bagi otak untuk berkeatifitas. Padahal untuk bisa mengingat dengan baik, otak sangat membutuhkan aktifitas otak kanan di mana kreatifitas tinggi sangat dibutuhkan.
Imajinasi, fantasi, kreatifitas, humor/jokes, apapun yang akan membuat otak anda “bebas” adalah cara terbaik dalam melatih daya ingat anda. Jika ikan-ikan lucu seperti mas koki sampai mencaplok kepala zebra itu mungkin tampak konyol, lucu, dan tidak masuk akal-tapi bukankah anda sering mengingat hal-hal yang tidak masuk akal dan konyol? Nah, seperti itulah cara kerja ingatan kita. Itu mungkin sebab bahwa kita sering lupa pelajaran sekolah dan lebih mudah mengingat alur sebuah film.
Sekali lagi bahwa ilustrasi di atas hanya sebagai gambaran. Anda bisa menciptakan satu atau bahkan ratusa ilustrasi untuk melatih kekuatan asosiasi anda. Buatlah lebih banyak gambar dan cerita-cerita konyol. Biarkan otak anda “bermain-main” (seperti juga anda senang bermain-main).
November 14th, 2010Topic: Mengingat Angka Tags: cara mudah mengingat nomor, mengingat angka
