Manemonik


Tips Melatih Daya Ingat dan Konsentrasi

Dejavu; Sebuah Kesalahan Dalam Proses Mengingat

kesalahan dalam proses mengingatPernah dengar istilah de’javu?. De’javu itu sederhananya keadaan atau peristiwa yang kita sedang lakukan, namun peristiwa/kejadian atau keadaan itu (seakan-akan) pernah dan sudah terjadi sebelumnya (Aduh….ribet juga, ya?). Jadi kurang lebih begini, Anda pernah enggak, sedang berbicara dengan seseorang di suatu tempat, dimana anda baru pertama kali ke tempat itu, dan baru pertama kali bertemu dan berbicara dengan orang itu, tapi (seakan-akan) kejadian itu pernah anda alami sebelumnya. Nah, Itulah yang disebut dejavu.

Dejavu sendiri ditafsirkan oleh penganut aliran yang percaya reinkarnasi, sebagai suatu proses kehidupan yang pernah dijalani oleh seseorang di kehidupan sebelumnya (nah, lo…ngeri banget kedengerannya, ya?). Untuk contoh di atas, berarti penganut reinkarnasi itu percaya, kalau di kehidupan kita yang sebelumnya, kita juga pernah melakukan hal yang sama (bertemu dan berbincang dengan orang yang sama dan pernah ke tempat tersebut sebelumnya).

Anda bukan termasuk yang percaya reinkarnasi, kan?.(haha…haha…). Janganlah ya…(kita memang percaya ada kehidupan sesudah mati, tapi tentu sudah di alam dan kehidupan yang berbeda). Nah, kalau anda bukan penganut aliran reinkarnasi, anda mungkin percaya tafsiran “de’javu” yang satu ini, yaitu yang mengatakan bahwa proses de’javu itu sebenarnya kesalahan pada otak kita dalam menyimpan/memproses suatu suatu ingatan/memori.

Ingatan atau memori tentang masa lalu, memori tentang tempat, orang,dan kegiatan yang pernah kita lakukan, semuanya itu tersimpan dalam otak. Nah, pada saat kita mau mengingat informasi, atau mengenang kembali memori-memori yang pernah kita alami, maka otak kita akan memanggil kembali “data-data” yang sudah tersimpan. Nah, seandainya otak menyimpan informasi secara benar, maka otak kita akan mengenali, mana pengalaman/obyek yang pernah kita tahu/alami sebelumnya dan mana yang tidak.

Kita harus sadar bahwa tidak semua proses mengingat atau memanggil kembali ‘data-data” lama di otak, akan selalu berjalan baik. Adakalanya otak kita mengalami eror. Persisnya kayak computer, deh. Secanggih apapun computer, adakalanya computer itu eror sehingga menyebabkan pemanggilan data-data jadi buyar dan amburadul.

De’javu terjadi karena proses pemanggilan data di otak (proses mengingat) mengalami kegagalan/kesalahan. Karena obyek-obyek yang terekam di otak, seperti pemandangan (tempat), kegiatan (ngobrol/berbincang), dan ketika bertemu dengan seseorang (yang wajah dan/atau gayanya) sama dengan yang pernah kita kenal. Sebetulnya, mungkin juga enggak selalu sama, tapi otak/pikiran kita memproses obyek-obyek itu sebagai obyek/pengalaman yang sama/pernah dialami sebalumnya (padahal itu pengalaman/obyek yang baru).

Para ahli sering menghubungkan (penyakit) dejavu ini dengan berbagai penyakit yang berhubungan atau memiliki efek terhadap otak/pikiran. Sehingga ketika otak kita tidak menjalankan fungsinya dengan baik, maka sering terjadi kesalahan dalam memproses informasi yang kita terima.

August 7th, 2010
Topic: Refreshing Tags: , ,

3 Responses to “Dejavu; Sebuah Kesalahan Dalam Proses Mengingat”

  1. red Says:

    gue adalah reinkarnasionist dan tidak percaya jika ada kesalahan seperti itu dalam proses berpikir kita. Di US sendiri reinkarnasi diteliti habis2an dalam metode Past Life Regression dan sudah mulai diakui sebagai teknik hipnoterapi yang valid

  2. meisya_icha Says:

    hmmm . saiah suka sering mikir “ini qoo kaia de javu iaa ?”

    berarti saiah sering eror iaah ? wahhh . mesti banyak ikan tuna kaianya hihihi .

    oiaa , makasihh iaa infonya . .

  3. muthia Says:

    ini tulisan ica ya????wah kreative juga

≡ Leave a Reply